Minggu, 27 Oktober 2013

Be with you, my Skyscraper (chapter 1)

Seorang wanita berjalan tak tentu arah sambil menangis. jalanan sunyi senyap. Bunyi anjing yang menggonggong terdengar keras dari sana. Sayup-sayup terdengar suara tangisan bayi. Dia memandang ke segala arah dengan ketakutan. Dia semakin merapatkan mantelnya.
"Suara apa itu ? Sepertinya dari sana..."
Wanita yang bernama Lim itu pun berjalan menuju tempat sampah. Langkahnya perlahan namun pasti.
"Ya ampun ?! Siapa yang tega membuang bayi lucu ini di sini ???" Lim mencubit pipi bayi yang terus menangis itu. "Anak manis, mulai hari ini,,, kau akan jadi anakku, aku janji akan berhenti dari pekerjaanku sebagai wanita penghibur. Hmm,,, akan ku beri nama kamu...Dokujin...."
Lim tersenyum dan menggendong bayi tersebut pergi. Dia seolah merasa hidup kembali. Akan tetapi dia tidak akan tahu apa yang akan menimpanya di kemudian hari...

* * *
17 tahun kemudian....
Phuket, tahun 1950...

"Dokujin ! badanmu panas ! keringatmu juga sangat banyak, dan apa itu... darah di mana-mana... kau kenapaa ??? jawab ibu nak..."
"Aku tidak apa-apa, bu... aku hanya..."
"Ikut ibu ke rumah sakit, ayoo !!! Ibu takut kamu kenapa-kenapa..."
"Tapi, bu.... aku tak bisa berlari, rasanya kakiku mati rasa.... aku.... uhuk uhuk..."
"Dokujin ! Kau batuk darah..." Lim panik. "Ayo naik ke punggung ibu, ibu masih kuat untuk membawamu ke rumah sakit ! Ayo !!!"
"Baiklah..." Dokujin menatap sedih.

Mereka tiba di rumah sakit, Dokujin terlihat lemah. Dia tidak berdaya lagi dan langsung dibawa ke ruang UGD. Lim menunggu dengan harap-harap cemas. Dokter pun keluar dari ruangan itu dan menghampiri Lim, dia terkejut dan melangkah mundur.

"Lim ??? Kaukah itu ???"
"Kamu... kamu... Eric..." Lim tak kalah terkejut.
"Teman sekolah dulu, akhirnya kita bertemu kembali... anak laki-laki itu.."
"Dia anakku." jawab Lim ketus.
"Anakmu... jadi kau sudah menikah ? Mengapa kau tak memberiku undangan ? Sebagai orang yang pernah ditolak olehmu, aku merasa..."
"Bagaimana keadaan Dokujin ? Apa dia sakit parah ???" potong Lim.
"Well, apa berat badannya mulai menurun ? apa dia tidak selera makan ? Apa dia sering demam di malam hari ?"
"Ya, kenapa ???"
"Apa dia juga pernah batuk hingga mengeluarkan darah ?"
"Apa penyakitnya parah ???" Lim panik.
"Dia kena penyakit TBC, memang belum parah, tapi masih bisa menular. Aku sarankan dia untuk dirawat di sini selama 2 minggu untuk pengobatan.. itu pun jika kau tak ingin, anakmu menularkan penyakitnya ke orang lain..."

Lim terduduk dan menutup wajahnya. Eric pun duduk di sampingnya. Dia menyodorkan sapu tangannya ke Lim.
"Apa Dokujin masih bisa sembuh ???"
"Kemungkinannya masih ada, jika dia dirawat secara intensif..."
"Dokujin... dia tidak punya teman di sekolahnya, dia dianggap orang aneh, dia... dia tak bisa mengingat begitu banyak hal yang terjadi, jadi dia hanya bisa menuangkan apa yang ingin dia kenang selama hari itu di buku sketsanya. Aku tidak tahu dia mengidap penyakit apa.. dan sekarang ? Kau memberitahuku kalau dia menderita TBC ? Apa aku... apa aku cepat atau lambat akan kehilangannya ??? Aku hanya seorang kasir di kedai kecil, aku tidak punya cukup uang untuk pengobatannya di sini..."
"Kau tahu, Lim ? Kadang kau harus membuka diri dengan orang lain, kita ini makhluk sosial, aku akan membayar semua biaya pengobatan anakmu, aku akan merangkap sebagai dokter spesialis anakmu... kamu tidak perlu khawatir lagi..."
"Bagaimana dengan istri dan anakmu ?"
"Istri ? Anak ? Aku belum menikah, tanyakan saja dengan semua rekanku, aku hanya tinggal dengan orang tuaku. Aku masih menunggu seseorang, tapi ternyata dia sudah menikah, bahkan punya anak..."
"Jangan bilang, kau... kau menungguku ???" mata Lim berkaca-kaca.
"Lupakan saja, Lim... temui anakmu, mungkin dia sudah siuman sekarang. Aku harus pergi..." Eric tersenyum tipis dan meninggalkan Lim yang termenung tak percaya.

* * *
"Aku sakit apa, bu ???"
"Kamu sakit TBC, nak... tapi kamu masih bisa sembuh asalkan kamu dirawat di sini selama 2 minggu..."
"Ibu, aku sungguh tidak ingin membebani ibu... kita pulang saja..."
"Tapi..."
"Aku ingin sekolah, bu... aku ingin normal seperti anak-anak lainnya. Aku ingin punya teman, aku tidak ingin seperti ini, aku tidak mau..."
Lim memeluk anaknya dan menangis.
"Ibu tidak ingin kehilanganmu... jangan pernah tinggalkan ibu, berjanjilah..."
"baiklah..."

* * *
beberapa minggu kemudian..
"Jauhi anak itu, dia penyakitan..."
"Dia pembawa bencana di sekolah kita..."
Dokujin membawa buku sketsanya dan pergi menuju danau. Dia melihat seorang gadis menatap kosong ke danau tersebut. Dia pun menggambar gadis itu di bukunya sambil tersenyum dan lalu menghampirinya.

"Sedang apa ???" tanya Dokujin.
"Entahlah, aku juga tidak tahu..."
"Namaku Dokujin... salam kenal..."
"Mituna. Nama yang aneh, seaneh orangnya yang selalu membawa buku sketsa di tangannya..."
"Nama yang indah...Mituna... akan aku ingat itu baik-baik..."
"Dasar aneh..." Mituna tersenyum geli dan menatap Dokujin yang sedang menulis di buku sketsanya.

Pertemuan yang menjadi awal sebuah cerita, pertemuan yang tidak akan diketahui apa akhirnya.
Pertemuan yang akan diabadikan...

                                                                    bersambung

Jumat, 25 Oktober 2013

IU - Red Shoes lirik + translate english

suka bangeeet sama lagu ini, ya ampuuun, habiis aku sukaa bangeet, apalagi dancenya yang enerjik dan kereeen, artinyaa juga baguus dan daleem bgt :3 soo, selamat membaca yaaaa ;)




gireul irheotda, eodil gaya halkka
yeoldu gaero gallin jogagnan golmoggil
eodil gamyeon neoreul dashi mannalkka

unmyeongeuro chindamyeon,
nae unmyeongeul goreu jamyeon
nuneul gamgo georeodo
matneun gireul goreuji

sarajyeo beorin Summer Time
neoui du nuni nareul
bichudeon Summer Time
gidari giman haneun naega anya
neoreul chaja ttubeog

naege doraol Summer Time
chan baram bulmyeon geunyang
du nun gamgiro hae
What’s the time? Summer Time

umparum padum dubidu badum
seulpeuji anha chumeul chunda
dashi, dashi

gireul chaja tteonan
galsaeg meori agasshineun
dashi sarange ppajyeotgo
haengbog haet deoraneun
cheoeum buteo
dashi sseuneun iyagi

joheun gudul shineumyeon
deo joheun dero gandamyeo
meomchwo jiji anhdorog,
neoreul chajeul ttae kkaji

sarajyeo beorin Summer Time
neoui du nuni nareul
bichudeon Summer Time
gidari giman haneun naega anya
neoreul chaja ttubeog

naege doraol Summer Time
chan baram bulmyeon geunyang
du nun gamgiro hae
What’s the time? Summer Time

umparum padum dubidu badum
meomchuji anha chumeul chunda
dashi, dashi

naui bari jakku bari
jakku mamdaero Yoo hoo
Oh my, pink shoes, oh my
nannan maeum jabgo
maeum jabgo jedaero Yoo hoo
Yah yah jom deo ppareuge

irheo beorin nae Summer Time
natseon shiganeul
hemae ida neol chajeulkka
ajig gireun meoreotni, geobi
namyeon naneun gwaenhi useo

hogshi neon nareul ijeulkka
neoui shigani
naege meomchwo itgil barae
Slow the time, stop the time

umparum parum dubi dubi
umparum parum dubi duba dum
jom deo ppareuge dallyeo ganda
dashi, dashi, dashi, dashi

Source :  http://www.wowkeren.com/lirik/lagu/iu/the-red-shoes.html#ixzz2ijn0WoGE

English translation

I’m lost, where should I do? A small
alleyway split into twelve ways
Where can I go to meet you again?

If it’s my destiny,
if I can choose my destiny
Even if I close my eyes and
walk, I will choose the right path

The disappeared summer time
The summer time that
your eyes shone upon me
I’m not just waiting,
I’m walking to find you

The summer time will come back
to me When the cold wind blows,
I will close my eyes
What’s the time? Summer time

Ooma loompa doom dubi duba doom
I’m not sad, I will dance
Again, again

The brown haired lady
has left to find her path
She has fallen in love again
and is happy once again
It’s a story that has been
re-written from the beginning

They say you can go to better
places if you wear better shoes
So I won’t stop
until I find you

The disappeared summer time
The summer time that
your eyes shone upon me
I’m not just waiting,
I’m walking to find you

The summer time will come back
to me When the cold wind blows,
I will close my eyes
What’s the time? Summer time

Ooma loompa doom dubi duba doom
I’m not sad, I will dance
Again, again

My feet keep, my feet keep
going their own way, yoo hoo
Oh my pink shoes, oh my
I will set my heart, set my
heart properly, yoo hoo
Yah yah, a little faster

My lost summer time
Will I find you after wandering
through strange times?
Is it still far ahead? When I get
scared, I smile for no reason

Have you forgotten me?
I hope your time
has stopped in mine
Slow the time, stop the time~

Ooma loompa doom dubi dubi
Ooma loompa doom dubi duba doom
I will run a bit faster
Again, again, again, again~ 

Source : POP!GASA