Minggu, 03 November 2013

Review Thor : The dark world


halooo semuanyaaa xD berjumpa lagi dengan saya haahaa oke, kemarin aku baru aja nonton film thor : the dark world, asli filmnya ini kereen bangeeet dan gara2 nonton filmnya ini, aku yang nonton dari thor-the avengers, baru kali ini aku suka sama karakter loki, adik tirinya thor yang sangat berambisi menjadi raja asgard. Well, ini sedikit review filmnya dariku ya... :3

Film bermula dari sebuah perang antara peri hitam yang berniat membuat 9 dunia menjadi penuh dengan kegelapan melalui sebuah aether. Malekith, pemimpin dari para peri hitam akhirnya bisa dikalahkan oleh raja asgard terdahulu yakni kakeknya thor. Aether pun direbut dan disembunyikan di suatu tempat, sedangkan Malekith mengorbankan bangsanya untuk bertahan hidup dan kabur dari dunia kegelapan.

Kembali ke masa sekarang, loki yang karena ulahnya membuat masalah di bumi tepatnya new york *lihat the avengers* dirantai dan dipenjarakan Odin, Raja Asgard. Ibunya thor, Frigga *kalo salah diralat yaa namanya* yang sangat sayang dengan loki, sering kali mengunjungi loki di dalam penjara. Sedangkan thor, dia menyelesaikan perang2 yang terjadi di 9 dunia walaupun hatinya selalu kepikiran dengan Jane Foster, wanita dari bumi yang sangat dia cintai.

Di London, Jane yang juga sangat merindukan Thor terus mencari cara supaya bisa bertemu kembali dengannya. Hingga dia menemukan sebuah tempat dimana tak lain aether disembunyikan. Tanpa sengaja dia mengaktifkan aether dan membuat malekith dan para peri hitam merasa terpanggil kembali. Energi yang ada pada aether pun berpindah tempat kepada Jane dan membuatnya siapa saja yang menyerangnya akan terpental jauh.

Thor yang merasa Jane dalam bahaya pun pergi ke bumi dan membawa Jane ke Asgard. Tiba di sana, Jane pun diperiksa dan diamankan bersama ibunya Thor. Malekith yang menangkap sinyal bahwa aether-nya ada di Asgard, dia bersama pasukan peri hitamnya yang tersisa pun menyerang Asgard yang sudah pertahananya sudah dilumpuhkan oleh anak buah malekith yang menyamar sebagai tahanan.

Loki yang tidak ikut dibebaskan oleh anak buah malekith memilih membaca buku dengan santainya dan tidak menghiraukan penyerangan yang terjadi di asgard. Di lain sisi, sementara thor bahu-membahu melindungi asgard, malekith menghadang Frigga dan Jane di suatu ruang, Frigga menyuruh Jane untuk bersembunyi dan meninggal karena berusaha menyelamatkan Jane.

Seisi Asgard pun berkabung, bahkan Loki yang mendengar kabar itu sangat terpukul. Karena dibalik sikapnya yang egois dan ingin menang sediri, dia sangat menyayangi ibunya walau dia tahu Frigga hanyalah ibu tirinya. Thor yang merasa bahwa malekith akan menyerang asgard kembali karena jane memutuskan untuk membawa Jane ke dunia kegelapan dan memancing malekith untuk ke sana. Karena semua pintu telah dijaga ketat oleh perintah odin, maka Thor memutuskan untuk meminta bantuan kepada Loki dan membebaskannya dari penjara.

Mereka bertiga (Thor, Jane dan Loki) berhasil tiba di dunia kegelapan dengan bantuan dari teman-teman seperjuangan thor. Awalnya kalian pasti mengira bahwa Loki akan mengkhianati thor dengan memotong tangan thor dan menendangnya di depan malekith, tapi salah, dengan kekuatan ilusinya, loki menipu malekith dan melindungi Jane sementara thor berusaha menghancurkan aether. Bukannya hancur, aether malah masuk ke tubuh malekith dan membuatnya semakin kuat. Thor pun dikalahkan. Sementara malekith pergi dengan pesawatnya, Thor dan Loki bertarung habis-habisan dengan para peri hitam yang sangat kuat itu.

Melihat thor dalam bahaya, Loki pun menusuk peri hitam yang menyerang thor. Tanpa sadar, peri hitam itu menusukkan kembali tombak itu ke loki yang langsung terkulai tak berdaya, peri hitam itu pun hancur. Akan tetapi... Loki meninggal... Thor yang sangat menyayangi adiknya tersebut pun menangis. Jane memandang mereka dengan sedih.
*asli, di scene ini aku menangis banget, kasian banget loki... sejahat-jahatnya dia, dia ternyata sangat menyayangi kakaknya dan selalu melindungi bahkan mengorbankan nyawanya sekalipun, hiks.. :'( *

Malekith pun menyerang greenwich. Thor dibantu jane, gracy, Dr.Eric *lupa namanya* dan pegawai magang grace pun berusaha untuk menghentikan serangan malekith yang ingin menyebarkan kegelapan di 9 dunia melalui penyatuan 9 dunia. Dengan penuh perjuangan dan pertarungan yang unik *karena pindah2 tempat* akhirnya thor mengalahkan malekith.

Thor pun kembali ke asgard dan mengatakn kepada Odin bahwa dia tidak ingin menjadi raja...
"Lebih baik aku menjadi pria baik daripada menjadi raja yang besar..." begitulah kata2 thor. Odin pun mengiyakan dan merestui hubungan thor dengan Jane. Setelah Thor pergi... terjadilah hal yang tidak terduga...

jeng ! jeng ! jeng !!!

Ternyata Odin berubah wujud menjadi Loki, ya... Loki tidak meninggal. Entah bagaimana caranya, yang pasti dia sekarang sudah dinobatkan menjadi raja Asgard oleh Odin tanpa sepengetahuan Thor dan kemungkinan tidak akan membuat masalah lagi karena telah mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini... yaitu menjadi raja Asgard xD

Di akhir cerita, Sif dan temannya menyerahkan sebuah batu kepada seorang kolektor yang ternyata kemungkinan akan menjadi penjahat di Thor 3...
Nah, gimana ? seru kan ??? Lebih seru lagi kalo kalian nonton filmnya dulu yang sekarang sedang tayang di bioskop-bioskop hahaaa... selamat membaca dan menyaksikan !!! xD


Thor

Loki

Odin, Raja Asgard

Jane Foster

Sif

Dr. Eric

Malekith

para peri hitam ( Dark's Elf)

Minggu, 27 Oktober 2013

Be with you, my Skyscraper (chapter 1)

Seorang wanita berjalan tak tentu arah sambil menangis. jalanan sunyi senyap. Bunyi anjing yang menggonggong terdengar keras dari sana. Sayup-sayup terdengar suara tangisan bayi. Dia memandang ke segala arah dengan ketakutan. Dia semakin merapatkan mantelnya.
"Suara apa itu ? Sepertinya dari sana..."
Wanita yang bernama Lim itu pun berjalan menuju tempat sampah. Langkahnya perlahan namun pasti.
"Ya ampun ?! Siapa yang tega membuang bayi lucu ini di sini ???" Lim mencubit pipi bayi yang terus menangis itu. "Anak manis, mulai hari ini,,, kau akan jadi anakku, aku janji akan berhenti dari pekerjaanku sebagai wanita penghibur. Hmm,,, akan ku beri nama kamu...Dokujin...."
Lim tersenyum dan menggendong bayi tersebut pergi. Dia seolah merasa hidup kembali. Akan tetapi dia tidak akan tahu apa yang akan menimpanya di kemudian hari...

* * *
17 tahun kemudian....
Phuket, tahun 1950...

"Dokujin ! badanmu panas ! keringatmu juga sangat banyak, dan apa itu... darah di mana-mana... kau kenapaa ??? jawab ibu nak..."
"Aku tidak apa-apa, bu... aku hanya..."
"Ikut ibu ke rumah sakit, ayoo !!! Ibu takut kamu kenapa-kenapa..."
"Tapi, bu.... aku tak bisa berlari, rasanya kakiku mati rasa.... aku.... uhuk uhuk..."
"Dokujin ! Kau batuk darah..." Lim panik. "Ayo naik ke punggung ibu, ibu masih kuat untuk membawamu ke rumah sakit ! Ayo !!!"
"Baiklah..." Dokujin menatap sedih.

Mereka tiba di rumah sakit, Dokujin terlihat lemah. Dia tidak berdaya lagi dan langsung dibawa ke ruang UGD. Lim menunggu dengan harap-harap cemas. Dokter pun keluar dari ruangan itu dan menghampiri Lim, dia terkejut dan melangkah mundur.

"Lim ??? Kaukah itu ???"
"Kamu... kamu... Eric..." Lim tak kalah terkejut.
"Teman sekolah dulu, akhirnya kita bertemu kembali... anak laki-laki itu.."
"Dia anakku." jawab Lim ketus.
"Anakmu... jadi kau sudah menikah ? Mengapa kau tak memberiku undangan ? Sebagai orang yang pernah ditolak olehmu, aku merasa..."
"Bagaimana keadaan Dokujin ? Apa dia sakit parah ???" potong Lim.
"Well, apa berat badannya mulai menurun ? apa dia tidak selera makan ? Apa dia sering demam di malam hari ?"
"Ya, kenapa ???"
"Apa dia juga pernah batuk hingga mengeluarkan darah ?"
"Apa penyakitnya parah ???" Lim panik.
"Dia kena penyakit TBC, memang belum parah, tapi masih bisa menular. Aku sarankan dia untuk dirawat di sini selama 2 minggu untuk pengobatan.. itu pun jika kau tak ingin, anakmu menularkan penyakitnya ke orang lain..."

Lim terduduk dan menutup wajahnya. Eric pun duduk di sampingnya. Dia menyodorkan sapu tangannya ke Lim.
"Apa Dokujin masih bisa sembuh ???"
"Kemungkinannya masih ada, jika dia dirawat secara intensif..."
"Dokujin... dia tidak punya teman di sekolahnya, dia dianggap orang aneh, dia... dia tak bisa mengingat begitu banyak hal yang terjadi, jadi dia hanya bisa menuangkan apa yang ingin dia kenang selama hari itu di buku sketsanya. Aku tidak tahu dia mengidap penyakit apa.. dan sekarang ? Kau memberitahuku kalau dia menderita TBC ? Apa aku... apa aku cepat atau lambat akan kehilangannya ??? Aku hanya seorang kasir di kedai kecil, aku tidak punya cukup uang untuk pengobatannya di sini..."
"Kau tahu, Lim ? Kadang kau harus membuka diri dengan orang lain, kita ini makhluk sosial, aku akan membayar semua biaya pengobatan anakmu, aku akan merangkap sebagai dokter spesialis anakmu... kamu tidak perlu khawatir lagi..."
"Bagaimana dengan istri dan anakmu ?"
"Istri ? Anak ? Aku belum menikah, tanyakan saja dengan semua rekanku, aku hanya tinggal dengan orang tuaku. Aku masih menunggu seseorang, tapi ternyata dia sudah menikah, bahkan punya anak..."
"Jangan bilang, kau... kau menungguku ???" mata Lim berkaca-kaca.
"Lupakan saja, Lim... temui anakmu, mungkin dia sudah siuman sekarang. Aku harus pergi..." Eric tersenyum tipis dan meninggalkan Lim yang termenung tak percaya.

* * *
"Aku sakit apa, bu ???"
"Kamu sakit TBC, nak... tapi kamu masih bisa sembuh asalkan kamu dirawat di sini selama 2 minggu..."
"Ibu, aku sungguh tidak ingin membebani ibu... kita pulang saja..."
"Tapi..."
"Aku ingin sekolah, bu... aku ingin normal seperti anak-anak lainnya. Aku ingin punya teman, aku tidak ingin seperti ini, aku tidak mau..."
Lim memeluk anaknya dan menangis.
"Ibu tidak ingin kehilanganmu... jangan pernah tinggalkan ibu, berjanjilah..."
"baiklah..."

* * *
beberapa minggu kemudian..
"Jauhi anak itu, dia penyakitan..."
"Dia pembawa bencana di sekolah kita..."
Dokujin membawa buku sketsanya dan pergi menuju danau. Dia melihat seorang gadis menatap kosong ke danau tersebut. Dia pun menggambar gadis itu di bukunya sambil tersenyum dan lalu menghampirinya.

"Sedang apa ???" tanya Dokujin.
"Entahlah, aku juga tidak tahu..."
"Namaku Dokujin... salam kenal..."
"Mituna. Nama yang aneh, seaneh orangnya yang selalu membawa buku sketsa di tangannya..."
"Nama yang indah...Mituna... akan aku ingat itu baik-baik..."
"Dasar aneh..." Mituna tersenyum geli dan menatap Dokujin yang sedang menulis di buku sketsanya.

Pertemuan yang menjadi awal sebuah cerita, pertemuan yang tidak akan diketahui apa akhirnya.
Pertemuan yang akan diabadikan...

                                                                    bersambung

Jumat, 25 Oktober 2013

IU - Red Shoes lirik + translate english

suka bangeeet sama lagu ini, ya ampuuun, habiis aku sukaa bangeet, apalagi dancenya yang enerjik dan kereeen, artinyaa juga baguus dan daleem bgt :3 soo, selamat membaca yaaaa ;)




gireul irheotda, eodil gaya halkka
yeoldu gaero gallin jogagnan golmoggil
eodil gamyeon neoreul dashi mannalkka

unmyeongeuro chindamyeon,
nae unmyeongeul goreu jamyeon
nuneul gamgo georeodo
matneun gireul goreuji

sarajyeo beorin Summer Time
neoui du nuni nareul
bichudeon Summer Time
gidari giman haneun naega anya
neoreul chaja ttubeog

naege doraol Summer Time
chan baram bulmyeon geunyang
du nun gamgiro hae
What’s the time? Summer Time

umparum padum dubidu badum
seulpeuji anha chumeul chunda
dashi, dashi

gireul chaja tteonan
galsaeg meori agasshineun
dashi sarange ppajyeotgo
haengbog haet deoraneun
cheoeum buteo
dashi sseuneun iyagi

joheun gudul shineumyeon
deo joheun dero gandamyeo
meomchwo jiji anhdorog,
neoreul chajeul ttae kkaji

sarajyeo beorin Summer Time
neoui du nuni nareul
bichudeon Summer Time
gidari giman haneun naega anya
neoreul chaja ttubeog

naege doraol Summer Time
chan baram bulmyeon geunyang
du nun gamgiro hae
What’s the time? Summer Time

umparum padum dubidu badum
meomchuji anha chumeul chunda
dashi, dashi

naui bari jakku bari
jakku mamdaero Yoo hoo
Oh my, pink shoes, oh my
nannan maeum jabgo
maeum jabgo jedaero Yoo hoo
Yah yah jom deo ppareuge

irheo beorin nae Summer Time
natseon shiganeul
hemae ida neol chajeulkka
ajig gireun meoreotni, geobi
namyeon naneun gwaenhi useo

hogshi neon nareul ijeulkka
neoui shigani
naege meomchwo itgil barae
Slow the time, stop the time

umparum parum dubi dubi
umparum parum dubi duba dum
jom deo ppareuge dallyeo ganda
dashi, dashi, dashi, dashi

Source :  http://www.wowkeren.com/lirik/lagu/iu/the-red-shoes.html#ixzz2ijn0WoGE

English translation

I’m lost, where should I do? A small
alleyway split into twelve ways
Where can I go to meet you again?

If it’s my destiny,
if I can choose my destiny
Even if I close my eyes and
walk, I will choose the right path

The disappeared summer time
The summer time that
your eyes shone upon me
I’m not just waiting,
I’m walking to find you

The summer time will come back
to me When the cold wind blows,
I will close my eyes
What’s the time? Summer time

Ooma loompa doom dubi duba doom
I’m not sad, I will dance
Again, again

The brown haired lady
has left to find her path
She has fallen in love again
and is happy once again
It’s a story that has been
re-written from the beginning

They say you can go to better
places if you wear better shoes
So I won’t stop
until I find you

The disappeared summer time
The summer time that
your eyes shone upon me
I’m not just waiting,
I’m walking to find you

The summer time will come back
to me When the cold wind blows,
I will close my eyes
What’s the time? Summer time

Ooma loompa doom dubi duba doom
I’m not sad, I will dance
Again, again

My feet keep, my feet keep
going their own way, yoo hoo
Oh my pink shoes, oh my
I will set my heart, set my
heart properly, yoo hoo
Yah yah, a little faster

My lost summer time
Will I find you after wandering
through strange times?
Is it still far ahead? When I get
scared, I smile for no reason

Have you forgotten me?
I hope your time
has stopped in mine
Slow the time, stop the time~

Ooma loompa doom dubi dubi
Ooma loompa doom dubi duba doom
I will run a bit faster
Again, again, again, again~ 

Source : POP!GASA


Minggu, 04 Agustus 2013

Kejutan Dari Masa Lalu

"Mimi, selamat yaa, proyek lo berhasil lagi !" seru Joni, sahabatnya sendiri sambil mengulurkan tangannya.

"Bisa saja, oh ya, lo kapan nih mau ngelamar Citra ? Kalian kan sudah pacaran selama 5 tahun ?"

"Lo sendiri kapan ? Lo kan udah sukses jadi Event Organizer nih, nah gue gampang saja kalau mau nikah, kan ada lo yang ngerancangnya. Lo sendiri kapan mau nikah ? MAsih betah nungguin oppa lo ituu ?" tanya Joni.

"Nggak tahulah..." jawab Mimi lesu.

"Tuh, kan... baru aja gue belum nyebut nama oppa lo, eh udah cemberut saja... move on aja deh, lo udah single selama 8 tahun ? Nggak takut bakal sia-sia ??? Lo kan nggak pernah ketemu lagi sama dia selama 8 tahun ini ??? Yakin dia jodoh lo ?"

"Jojo, plis gue lagi nggak mau ngebahas soal oppa dulu..."

"Okelah, gue tinggal dulu ya ? Gue mau nge-date dulu sama Citra, bye...."

"Dasar menyebalkan..." kata Mimi tertawa kecil.

Setelah Joni pergi, Mimi menatap jendela ruangan kantornya. Langit siang itu sangat mempesona, angin kencang berhembus meniup rambutnya yang terurai. Dia memang single, dia tak pernah ingin menjalin suatu hubungan dengan siapapun lagi. Bukan hanya karena cintanya selalu bertepuk sebelah tangan, tapi dia masih tidak bisa melupakan orang yang dia cintai saat SMA dulu, kakak kelasnya yang bernama Andra. Kakak kelas yang mampu membuatnya tersenyum bahagia tanpa harus melakukan apapun. Kakak kelas yang membuatnya bersemangat untuk melakukan apa saja, bahkan ikut organisasi di sekolahnya dulu, padahal dia terkenal dengan sifatnya yang pemalas dan tidak suka repot dengan mengurus acara-acara sekolah dulu.

"Mimi... betul kan kamu, Mimi ??? Kamila Putri ??? Alumnus Sman 1 Semarang ???"

Mimi pun menoleh ke belakang. Dia terkejut dan mundur selangkah ke belakang. Dia syok dengan siapa yang dia lihat di depannya sekarang. "Oppa...."

"Lama tak bertemu, terakhir kapan ya ? Aku lupa... selamat ya, kamu sekarang sukses menjadi event organizer, kamu memang hebat !" kata Andra sambil tersenyum.

Mimi masih terdiam. Dia kehabisan kata-kata. 8 tahun tak bertemu dengannya membuat dia tak tahu harus berbuat apa jika bertemu kembali. Tapi ada apa gerangan kak Andra mencarinya ? Pasti bukan karena cinta, pasti bukan.

"Mimi, hello... Mimi !"

"Oh ya, kak... terima kasih... apa kabar ?" tanya Mimi spontan saat ditegur Andra.

"Baik, kau sama sekali tak berubah ya ?" Andra tertawa kecil.  "Pasti kau heran kan kenapa aku ke kantormu ? Aku bisa minta bantuanmu ? Aku tahu, kau hanya mengurus soal resepsi perkawinan, tapi apa kau bisa membantuku mengatur dan mengurus prosesi lamaran ? Aku ingin melamar orang yang aku cintai beberapa hari lagi, bisa ?"

Apa ?! Sudah ku duga, dia datang bukan karena cinta, dia datang karena suatu hal, apa dia ingin aku melihatnya melamar gadis lain seperti saat sma dulu ??? batin Mimi. "Bisa kok, kakak ingin dekorasinya seperti apa ? Terus acaranya mau yang meriah dengan keluarga atau spesial ?"

"Aku hanya ingin melamarnya di sebuah lapangan luas, aku ingin kau mendekorasi dari kursi, meja, panggung dan hiasan-hiasan lainnya yang tak ku mengerti berwarna pink, tak lupa harus ada dekorasi mawar pink dan koreanya ya ? Soalnya dia sangat suka warna pink dan  segala hal tentang korea." jelas Andra panjang lebar.

"Baiklah... dia kelihatannya sangat feminim..."

"Tidak juga, satu hal lagi, kau harus membantuku untuk memilih gaun yang cocok untuknya, aku tidak begitu tahu soal style-style baju cewek, besok kita berangkat ya ? Aku akan menjemputmu di depan kantormu, kita juga hunting tempatnya ? Aku ingin kau yang mengurusnya langsung, nanti baru kau suruh pegawaimu untuk mengurus yang lainnya, bagaimana ?"

"Setuju...." Mimi tersenyum terpaksa dan berjabatan tangan dengan Andra.

Mimi menghempaskan tasnya ke segala arah dan langsung merebahkan dirinya di kasur. Dia memijit keningnya. Dia menatap foto yang ada di balik fotonya di meja belajar. Butir-butir air jatuh menetes di kasurnya, dia menutup wajahnya dengan bantal dan menangis sejadi-jadinya. 

"Oppa, kenapa oppa selalu begini padaku ? Kenapa, oppa ? Kenapa aku harus selalu melihat oppa bahagia dengan wanita lain ? Kenapa ???"

* * *

"Bagaimana jika gaun ini ? Dia suka pink, kan ? Apalagi style-nya agak korea-korea begitu..."

"Kau bisa mencobanya untukku ? Soalnya ukuran badan dan tingginya sama denganmu, mau kan ?" tanya Andra hati-hati.

"Tapi... baiklah, demi pekerjaan..." Mimi manyun dan masuk ke ruang ganti.

Beberapa menit kemudian, Mimi keluar dari ruang ganti baju. "Bagaimana, kak ? Apa sesuai dengan calon istrinya ?"

"Good, sekarang kita memilih sepatunya. Tunggu sebentar ya ? Aku mau memilihkannya dan kau harus mencobanya untukku, oke ? Tunggu sebentar !"

"Tak pernah berubah, selalu cuek..." Mimi menghela napasnya.

"Warnanya cantik, kan ? Aku suka sekali, sangat pas di kakimu. Kalau begitu ayo kita bawa ke kasir.."

Saat di depan kasir, Mimi curi-curi pandang ke arah Andra. Dia kemudian menunduk gelisah. Rasanya semua ini seakan ingin membunuhnya pelan-pelan. Sungguh menyakitkan. Harus melihat orang yang kau cintai dan kau tunggu sekian tahun hanya untuk melamar wanita lain ? Apa lagi yang bisa dia lakukan ? Semua sudah tak ada gunanya.

"Wah, nona di sebelah tuan ini manis sekali, sangat cocok dengan tuan yang bermata sipit. Apa dia pacar tuan ?" tanya si kasir tiba-tiba.

Bruuk ! Mimi menabrak meja kasir karena terkejut dengan kata-kata yang diucapkannya barusan. Dia pun segera berdiri dan menyibak rambutnya karena malu. Kenapa sih dia selalu melakukan hal konyol di depan Andra ? Maluuuu....

"Buka...."

"Bisa jadi.." potong Andra tersenyum ke arahnya.

Mimi menepuk jidatnya pelan dan menahan malu, dia tak mengerti dengan apa yang dikatakan Andra barusan. Mungkin ini hanya mimpi. Mimpi di siang bolong untuknya. Dia pun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan balas tersenyum ke Andra.

* * *

"Aku sengaja memilih tema pesta kebun yang romantis, dengan lilin di atas mejanya, dengan dekorasi serba pink dan korea terus ada seikat mawar pink di atas meja. Makanannya juga akan disiapkan nanti. Bagaimana ? Suka dengan rancanganku ?" tanya Mimi sambil memperlihatkan sketsa di kertas dengan ragu. "Ini mungkin sederhana tapi kesannya romantis, seperti drama-drama korea yang ku tonton, kak."

"Kau suka korea juga ??? Oh, ya... apa kau sudah menikah ???"

"Tentulah suka, sejak smp aku sudah suka korea dan jadi fansgirling hahaaha. Belumlah, pacar aja belum ada, masa mau menikah...." 

"Kenapa ???"

"Aku sedang menunggu seseorang... tapi sepertinya semua akan sia-sia saja..."

"Tak ada yang sia-sia di dunia ini jika kau percaya dengan keajaiban. Kalau kalian jodoh, kalian pasti akan dipertemukan walau harus terpisah antar negara..."

"Pasti wanita itu sangat beruntung... dia akan menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini karena begitu dicintai kakak, lagipula.. aku sangat iri padanya...dia pasti sangat sempurna..." kata Mimi pelan sambil berusaha menahan tangisnya.

"Dia tidak sempurna, dia hanya unik. Being unique better than being perfect... apa kau ingin ke korea ? Kau pasti ingin sekali berjumpa dengan idola-idolamu itu, kan ???"

"Tentu saja, aku ingin pergi ke korea dulu baru menikah, itu adalah impian terbesarku sejak dulu !" kata Mimi bersemangat dan berbinar-binar.


* * *
 Mimi terus terdiam sejak tadi sore, dia melamun. Malam ini adalah malam prosesi lamaran Andra. Dia tidak bisa melakukan apa-apa, dia hanya bisa duduk diam di depan rumah dan meratapi kemalangannya. Segala usahanya sia-sia, dia tidak akan pernah bisa memiliki orang yang dia cintai. Takkan pernah. Selamanya. Dia terus menyeka air matanya hingga tak menyadari Joni duduk di sampingnya dan menatap lurus ke depan.

"Kenapa ? Lo ketemu Andra ? Kenapa lo nangis ? Lo harusnya bahagia dong !"

"Aku pasti akan sangat bahagia jika dia datang menemuiku bukan untuk merancang acara lamarannya dengan wanita lain ! Ya, aku memang harus bahagia ! Aku akan melepaskan dia hari ini juga ! Aku akan benar-benar melupakannya dan berbahagia untuknya ! Puas, kamu ?!"

"Kok kamu...." Joni bingung.

"Rasanya sakit saat harus mengalami dejavu seperti ini, Jo ! Kamu tidak akan pernah mengerti perasaanku ! Aku harus melihat oppa dengan wanita lain terus menerus, dan sekarang bahkan aku sendiri yang merancang acara lamarannya dengan begitu romantis ! Kamu tidak akan pernah tahu apa yang aku rasakan sekarang ! Aku rasanya mau gila !"

Joni memeluk sahabatnya yang menangis histeris itu dan membiarkan kaos bajunya basah. Tak apalah dia tak jadi kencan dengan pacarnya, Mimi lebih membutuhkannya sekarang ini, dia tidak boleh sendirian, dia harus dihibur.

* * *
Mimi melihat sepucuk surat dan sebuah bungkusan di atas kasurnya. Dia memandang ke segala arah. Dia pun semakin terkejut saat membuka bingkisan tersebut yang  berisi gaun dan sepatu yang dia pilih bersama Andra. Dia pun membuka surat tersebut dan membacanya.

Dear Mimi...
Datanglah ke taman di mana kau merancang acara lamaran ini untukku malam ini. Aku ingin kau melihat hasilnya, aku ingin kau menjadi saksi atas peristiwa penting ini, jangan lupa pakai gaun dan sepatu yang ada di bingkisan itu ya... aku tunggu kedatanganmu jam 8 malam...

Andra

Dengan terpaksa dan tak mau mengecewakan Andra, dia pun segera mengambil gaun itu dan berganti baju. Dia harus ke sana. Tidak peduli apa yang akan dia lihat dan rasakan nanti. Malam ini dia harus merelakan cintanya pergi dan berbahagia, dia pasti bisa. Ini akan menjadi air matanya yang terakhir untuk Andra, terakhir untuk selamanya.

* * *
 Tak ada yang istimewa, tak ada seorangpun di sana saat dia tiba. Hanya sebuah lilin kecil yang menyala dengan terang di sebuah meja di tengah kebun yang dirancang sedemikian rupa olehnya dengan ornamen mawar pink dan ala korea. Dia melangkah menuju meja tersebut dan mendapati sebuah notes hitam tergeletak manis. Dia memandang ke segala arah. Sunyi. Senyap. Angin berhembus pelan. Dia pun duduk dan dengan penuh rasa ingin tahu, dia pun membuka notes tersebut.

Mimi... 
Saat kau membuka lembaran buku ini, kau akan tahu kepada siapa buku ini ditujukan.Kau harus membaca keseluruhan dari isi buku ini jika ingin tahu alasan kenapa aku membuat hal konyol seperti ini padamu...
Welcome to dunia kenangan yang tak mungkin terlupakan :)

Mimi terharu dan terus membaca lembaran berikutnya. Dia mendapati semua hal tak terduga. Dia tak menyangka Andra yang selama ini sangat cuek dengannya ternyata tak secuek dan sedingin yang dia pikir selama ini. Hingga pada halaman terakhir...

 jika kau sudah pada lembaran terakhir, tutuplah buku ini dan tataplah lurus ke atas panggung. Tiup lilin yang ada di depanmu dengan pelan. Maka kau akan mendapati bahwa penantianmu tak sia-sia, keajaiban itu ada, dan kau harus tahu, kaulah gadis yang beruntung tersebut...

Mimi menutup buku tersebut dan meniup lilin itu perlahan. Dia menatap lurus ke atas panggung. Tiba-tiba lampu di atas panggung itu menyala dan terlihatlah Andra tersenyum padanya sambil memegang sebuah gitar di tangannya. 

"Kak Andra..." gumamnya dengan mata berkaca-kaca.

Andai engkau tahu, betapa ku mencinta...
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku...
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau inginkan..
Ku pasrahkan takdirku, takdir kan menjawabnya...

Jika aku... bukan jalanmu, ku berhenti mengharapkanmu..
Jika aku... memang tercipta untukmu..
Ku kan memilikimu...
Jodoh pasti bertemu....

Andra membawakan lagu afgan yang berjudul jodoh pasti bertemu itu dengan apik. Dia pun turun dari atas panggung dan menghampiri Mimi yang diam saja sejak membaca notesnya tersebut. Helaan napasnya terdengar cemas dan gelisah. Tiba-tiba saja Mimi membalikkan badannya dan setengah berlari menjauh dari situ, Andra pun segera menarik tangannya dan berdiri di hadapan Mimi.

"Berapa tahun lagi aku harus mencarimu ??? Kau menghilang bagaikan ditelan bumi dan sekarang setelah kau tahu semuanya, kau ingin pergi ? Tega sekali kau..."

"Kak... apa maksud semua ini ? Tidak mungkin wanita itu aku... aku bukanlah apa-apa, aku hanya butiran kecil dari wanita-wanita yang menyukai kakak, kenapa harus aku ???"

"Salahkah jika aku mencintaimu ? Apakah aku perlu mengutarakan alasan mengapa aku bisa jatuh cinta padamu ? Kau masih ingat kata-kataku tempo hari ? Being unique better than being perfect... itu semua sudah menjelaskan mengapa aku begini, kamu unik. Dan kali ini, aku tidak mau lagi kehilangan wanita yang setia menungguku selama 8 tahun tanpa kepastian...aku tidak mau perjuanganku untuk mencarimu ke berbagai kota di pulau ini sia-sia, karena aku yakin, jika kita memang saling mencintai dan berjodoh, kita pasti akan dipertemukan suatu saat nanti..."

"Tapi kenapa... kenapa dengan membohongiku, dengan meminta bantuanku untuk merancang semua ini ? Kenapa, kak ???" tanyanya pelan.

"Semua ini memang untukmu, aku sengaja merencanakan semua ini sebagai kejutan untukmu... kau masih suka pink kan ? Mawar pink ? Korea ? Suju ? Infinite ? Ft Island ? Boyfriend ? haahahaha..."

Mimi tertawa kecil walaupun dia heran darimana Andra tahu semua kesukaannya. Tiba-tiba Andra berjongkok di hadapannya dan menyodorkan sebuah kotak berisi cincin di hadapannya dengan tersenyum. Dia berusaha mati-matian menutupi debaran jantungnya dua kali lebih cepat berdetak dari biasanya jika berada di situasi seperti ini.

"Aku memang tidak pernah mendekatimu seperti orang-orang atau bahkan seperti aktor-aktor korea idolamu tersebut, aku juga tidak romantis.... tapi... will you marry me ?"

 Mimi membisu. Diam seribu bahasa. Dia terkejut dengan apa yang dikatakan Andra barusan. Dia menunduk. Membiarkan hawa dingin menyelimuti hatinya. Angin semilir yang berhembus di sekitarnya seakan membawa lari semua kata-kata yang ingin terucap. Lidahnya kelu.

"M...Mi...Mimi...." kata Andra cemas.

"Aku..."

Andra menatapnya gelisah, dia berusaha tegar dengan apa yang akan dikatakan Mimi selanjutnya. Apapun jawabannya, dia akan menerimanya dengan sportif dan lapang dada. Mungkin Mimi sudah tidak mencintainya lagi, mungkin bukan dia yang Mimi tunggu selama n tahun, mungkin bukan dia.... Jika memang mereka tidak bisa bersama di dunia ini, mungkin mereka sudah bersama di dimensi paralel, sungguh dia iri jika semua itu benar terjadi.

"Jika aku  berkata tidak sekarang... Apa aku harus menunggu selama ribuan tahun untuk menunggumu mengatakan ini lagi ?" Mimi tersenyum manis.

"Mimi...." Andra terkejut. "Jadi kau menerima lamaranku ??? Mimi !!! Saranghae !!!" teriak Andra lagi dengan gembira.

"Konyol...."

Andra mengulurkan tangannya kepada Mimi dan tersenyum. "Jadi, apa kau mau menerima tawaranku untuk pergi ke korea minggu depan ???"

"Boleh, tapi... jangan salahkan aku jika nanti saat di korea aku akan jatuh cinta dan bertemu dengan L infinite ya !" Mimi pun berlari dengan bahagia.

"Hei ! Awas kau ya ! Kau harusnya bersyukur bisa mempunyai calon suami yang mirip orang korea sepertiku ! Hei, mimi !!! Tunggu aku !!!" 

*selesai*

Jangan pernah menyerah untuk memperjuangkan cintamu, yakinlah... jika kalian memang ditakdirkan untuk bersama, kalian pasti akan bertemu... jangan mau kalah dengan waktu dan jarak... dan jangan berhenti untuk jatuh cinta jika cintamu selalu bertepuk sebelah tangan. Bukannya manusia itu diciptakan berpasang-pasangan ??? Siapa tahu, kan orang yang kamu sukai diam-diam selama ini ternyata mempunyai perasaan yang sama ? :)
Keep smile and enjoy your life xD






Kamis, 11 April 2013

agen holmes's first love - last chapter

  

                                                                                         Farewell

Semuanya suram,hari-hariku menjadi sepi tanpa Hyeri. Entahlah...
Tiga tahun sudah berlalu sejak kejadian itu,sekarang aku sudah kelas 9 smp dan aku tidak sekelas lagi dengannya.
Aku pun berjalan menyusuri koridor kelas,langkahku terhenti saat melihat Hyeri dihadang oleh Sun Dong,sahabatku di kelas. Daripada diam,lebih baik menguping pembicaraan mereka. Jadilah aku merunduk di balik mejaa dekat mereka.

"Hyeri..."
"Ada apa,Sun Dong ???"
"Aku...."
"Apaa ??? Cepatlah,aku buru-buru..."
"Sejak pertama aku menginjakkan kakiku di sekolah ini aku sudah jatuh hati padamu,tapi aku tak berani untuk mengungkapkannya...aku mencintaimu,Hyeri..."

Hyeri terdiam membisu,persis seperti aku dulu mengungkapkan perasaanku padanya. Aku sama sekali tidak menyangka Sun Dong ingin merebut Hyeri dariku,dia menggunakan kesempatan ini sangat baik karena aku sudah tak dekat dengan Hyeri lagi.

"Sun Dong..."
"Yaa ???" jawab Sun Dong sambil tersenyum.
"Aku..."

Apa ? Hyeri akan menjawab pernyataan cinta dari Sun Dong ? Apa-apaan ini ? Apa Hyeri juga mencintai Sun Dong ? Jadi itu alasan dia mendiamkanku ??? Aku tidak mau mendengarnya,tidaak !
Aku pun segera menjauh dari sana,pergi sejauh-jauhnya tanpa ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Mianhae,Sun Dong... aku tidak bisa menerima cintamu,kita masih kecil..."
"Bagaimana kalau saat SMA nanti ??? Aku rela menunggumu..."
"Maafkan aku,aku tidak bisa..."
"Apa kau mencintai orang lain ???"
"Maafkan aku,aku tetap tidak bisa untuk menerima kamu. Sekali lagi aku minta maaf..." kata Hyeri yang kemudian pergi meninggalkan Sun Dong.

Tak lama kemudian..
"Sunghwa..."
Aku pun menoleh dan terkejut,aku sama sekali tak menyangka dia yang lebih dulu menyapaku.
"Ada apa ???"
"Boleh aku duduk di sampingmu ???"
"tentu saja..." kataku pelan.
"Tadi aku ditembak Sun Dong..."
"Hmm...."
"Bagaimana perasaanmu ???"
"Apanya yang perasaanku ? Biasa saja... dia mungkin sangat mencintaimu..."
"Begitu ya..."
"Apa kau menerimanya ??? Kalian jadian ??? Chukahae~"
"Menurutmu ???" tanyanya sambil memandang langit sore yang mendung.
"Araseo... jadi kenapa kau mengatakan ini padaku ???"
"Aku cuma ingin bilang padamu...aku pikir,kamu...sudahlah..."
"Hyeri,ada apa denganmu ???"
"Kau tidak tahu apa-apa...." katanya dengan suara yang bergetar dan langsung beranjak pergi.
"Aku memang tidak tahu apa-apa,Hyeri...." kataku lirih. "Aku hanya cowok aneh yang menyukaimu,aku tidak seperti Sun Dong..."

Hari berganti hari,bulan berganti bulan tak terasa hari ini adalah hari perpisahan kami. Dan aku sudah memutuskan untuk menerima beasiswa dan mengikuti tes masuk XXX Gakuen di Jepang. Aku sudah memutuskan untuk pergi jauh dari Hyeri.
 Bagiku sekarang melihat Hyeri bahagia dengan atau tanpaku adalah hal yang ku impikan. Walaupun aku tahu,cinta pertamaku kali ini berakhir dengan air mata akan tetapi aku tidak menyesal telah jatuh cinta padanya. Tak sedikitpun..

"Hyeri..."
"Sunghwa,ada apa ???"
"Aku berencana untuk sekolah ke Jepang,besok aku akan berangkat jam 9 pagi. Kalau ada yang ingin kau katakan untuk terakhir kalinya padaku datanglah..."
"Hmm...."
"Aku harap kau datang..."
"Tak bisakah kau tetap di Korea ??? Untuk apa kau ke Jepang ???"
"Ayahku dipindah tugaskan ke sana,aku tidak bisa apa-apa..."
"Baiklah,pergi saja..."
"Hyeri,aku pergi dulu yaa... jaga dirimu...selamat tinggal...."

Tanpa aku tahu,sepeninggalku pergi... Hyeri menangis...
Apa ini karena aku ???
Sungguh untuk mengucapkan kata-kata tadi aku pun terpaksa,sebenarnya aku tidak mau pergi tapi apa dayaku...

Besoknya,aku menunggu dia di kursi tunggu Bandara Incheon. Tak ada tanda-tanda kehadirannya. Aneeh...
Apa dia tak datang ???

"Sunghwa,ayo pesawat kita sudah mau berangkat..."
"Baiklah,appa..."
"SUNGHWAAAAA !!!"

seketika aku langsung menoleh,senyum pun langsung terukir di wajahku. Tapi sayang,aku tak bisa menghampirinya.

"SUNGHWAAAAA,AKU JUGA MENCINTAIMUUUUUUUUU !!!"
"Hyeri....."

Dia menangis setelah mengatakan itu,rambutnya yang panjang terurai menutupi wajahnya yang terisak.

"Appa...."
"Kita tetap harus pergi...."
"HYERIIIII,AKU JANJI ! AKU AKAN KEMBALI UNTUKMUUU ! AKU AKAN PULANG KE KOREA SECEPATNYAAAA !!!" teriakku lantang.
"Aku juga akan menunggumu..."

Dia tersenyum dan menyeka air matanya. Dia melambaikan tangannya padaku. Aku pun masuk ke kokpit pesawat dan memandang ke arah jendela. Hari ini aku menyadari,bahagia dan sedih itu satu paket. Aku bahagia karena tahu Hyeri juga menyukaiku tapi tetap saja kami akan berpisah. Aku juga akan mengganti namaku menjadi Nokoru Imonoyama,nama itu berasal dari marga kakekku,Takeshi Imonoyama.

Hyeri,saranghae... :)




Jumat, 05 April 2013

agen holmes's frist love chapter 2



  
                                                                        THE MISUNDERSTANDING


Hari-hariku benar-benar menyenangkan,selain aku bisa semakin dekat dengan Hyeri,aku juga merasa masa remajaku sangat indah. Tapi apa ini pertanda kalo aku jatuh cinta padanya ? entahlah.. 

"SUNGHWAAA !!!"
"Apaaa ???" jawabku polos.
"Jangan menarik-narik rambutku,sakiit tauu !" katanya sambil merengut kesal.
"Salah sendiri rambut panjang,padahal kamu manis lho kalo dipotong sebahu... " 
"Haah ? Benarkah ???" jawabnya dengaan wajah polos.
"Bohooong ! hahahahahahahaha" kataku sambil tertawa dan meninggallkannya pergi ke kantin. wajahnya masih merengut kesal,tapi kata-kataku tadi padanya itu sebenarnya jujur dari hatiku...

Saat pulang sekolah,aku tak sengaja melewati lorong kelas 9 dan aku melihat Hyeri sedang dikerubungi sunbae-sunbae yang dari penglihatanku sih yang kemarin-kemarin mengejarku.

"Namamu Hyeri kan ???"
"Ne,Whae (Ya,mengapa) ???" jawabnya lugu.
"Aku lihat kamu beberapa hari ini dekat dengan Sunghwa,aapa itu benar ??!" tanya Sunbae yang ku kenal dengan nama Yoonmi.
"Kami kan sekelas sunbae,sudah sewajarnya jika kami dekat..."
"Jangan bersikap lugu deh ! Sunghwa itu milik kamii,jangan coba-coba mendekatinya lagi ! Jauhi diaa !!!" kata Sunbae yang memakai bando bunga.
Heei ?! Memangnya aku barang jadi direbutin gitu ? Ya ampuuun,aku tak menyangkaaaa~ :O
*bukan saatnya untuk bangga
Hyeri terdiam,dia seperti menahan tangis. Dia ketakutan. Aku harus melakukan sesuatu. Harus.

Tiba-tiba tangan Hyeri ditarik seseorang hingga semua yang ada di situ menatap mereka sambil melongo.

"Annyeong,sunbae.. aku pinjam Hyerinya yaa..." kataku sambil terus melenggang pergi dan terus menggenggam erat tangannya.

Setelah menyingkir dari sana,dia langsung melepaskan genggaman tanganku. Aku terdiam. Tak tahu harus mengatakan apa.

"Hmm...makasih..."
"Untuk ???"
"Karena kamu menolong aku dari para sunbae yang ingin membully-ku... ya walau ku tahu itu juga gara-gara kamu selalu menggangguku..." katanya sambil memilin-milin roknya.
"Iyaa,sama-sama..." jawabku sambil tersenyum dan memandang ke arah jendela.
"Tadi itu..."
"Maaf aku memegang tanganmu tadi..." potongku buru-buru.
"Tidak apa kok,aku justru senang..." katanya sambil tersenyum juga.
"Eh ??? Apa katamu tadi ???"
"Bukan apa-apa,aku pergi dulu. Sekali lagi terima kasih,Sunghwa..."

Aku hanya menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal,tapi.. hatiku semakin mantap untuk mengungkapkan perasaaanku padanya. Sunghwa ! Hwaitiing !!!

Ujian semester 1 pun telah berlangsung. Aku pun menyusuri jalan hingga mataku terpaku padanya. Hyeri..
Apa ini saat yang tepat ??? Hmm..

"Hyeri !!!"
"Ne ???" katanya sambil menoleh ke arahku. "Sunghwa ? Ada apa ???"
"Itu... aku mau bicara sama kamu..."
"Bicaralah,aku akan mendengarkan..."
"Hyeri..."
"..."
"Umm...itu....aku..."
"......."
"Sejak aku.. pertama kali melihatmu,aku merasa akan jatuh cinta padamu..."
Sungguh,ekspresi terkejutnya itu semankin membuatku gugup setengah mati,nyaliku entah hilang kemana. Oh Tuhaaan...

"Dan semakin aku sering menjahilimu,aku semakin sadar,aku telah jatuh cinta padamu... Aku menyukaimu sebagai Sunghwa,anak laki-laki biasa yang tidaklah sempurna. Kamu tidak perlu sempurna untuk bisa ku cintai dan mencintaiku..."

Bunga sakura mulai berjatuhan di sekitar kami,suasana menjadi hening seketika. Angin bertiup semilir di sampingku. Aku sungguh was-was dengan jawaban yang akan dia berikan. Tapi kenapa dia diam saja ? Apa aku ada salah kata ?

"Jadi... ?" tanyaku khawatir.

Dia hanya diam. Dia menatapku dengan seksama terus berbalik dan pergi meninggalkanku sendirian di sana. Aku mematung.
Hanya itu responnya ?
Diam membisu ?
Dia tak menjawabnya ???
Salahku apa ?
Aku sudah melatih kata-kata itu di depan cermin setiap hari,tapi..
hanya itu responnya ? diam ? membisu ? dan pergi meninggalkanku ?
Hatiku rasanya remuk berkeping-keping bagai butiran debu yang tertiup angin muson dan terbawa sampai kutub utara.
Semuanya hancur...

Keesokkan harinya beredar gosip bahwa Hyeri adalah anak dari seorang wanita penghibur di daerah kami,Busan. Aku awalnya tidak percaya,tapi... mengingat kejadian kemarin membuat kepalaku pusing.
Kini semua orang mengucilkannya,tak ada yang mau berteman dengannya. Lama-lama hatiku rasanya teriris,pilu melihat orang yang dicintai sedang sedih.

"Hyeri..."
"Hmm..." katanya tanpa menoleh padaku.
"Gosip yang beredar itu... apa benar bahwa ibumu itu wanita penghibur ???"
"Jaga omonganmu !"
"Apa maksudmu ? Aku kan bertanya baik-baik..."
"Sunghwa,mulai hari ini,jauhi aku ! Aku mohon jauhi akuu ! Aku benci padamu ! Aku benci semua hal tentangmu ! Aku benciii !!!" katanya ketus sambil berlari meninggalkanku.

Aku terdiam di tempat. Aku tidak menyangka dia membenciku...
Padahal aku selalu memperhatikannya,aku tak pernah sedikitpun ingin berlaku kasar padanya.
Aku tidak pernah ingin melihat dia menderita seperti ini.
Ya Tuhan...
tak ada harapan lagi untukku mencintainya..


Jumat, 29 Maret 2013

agen holmes's first love

okee,hari ini aku bakal ceritain tentang cinta pertamanya agen holmes yg tak lain tak bukan bernama nokoru imonoyama hahaha awalnya sikapnya itu tidak sebegitu ceroboh seperti sekarang lhoo,walaupun agak begitu ngenes tapi... yaah baca sajalaah :D


                                                             LIKE THE FIRST TIME

Namaku Park Sunghwa dan umurku baru 13 tahun. Kini aku sudah menjadi murid di Yanghwa middle school,bukannya aku ga mau jadi murid sekolah khusus cowok tapi memang sejak kecil aku suka sekolah campuran. Hari-hariku awalnya sangat membosankan akan tetapi semua terhenti saat aku melihat dia.. gadis yang ku kenal dengan nama Kim Hyeri itu sedang menangis karna dijaili teman-temanku. Aku tertegun,biasanya kalo cewek nangis itu cantik kok dia malah jelek yaa ??? *kalo Hyeri tau mungkin aku bakal ditaboknya nih -__-
saat aku menantapnya,eh tiba-tiba dia juga menatapku ! apees dah,ketahuan nih. Aku pun langsung ngacir dan tanpa sengaja menginjak kulit pisang terus akhirnya..
Braaaak !!!

"Aduuuuuh !!!"
"kamu ga papa ???"

Aku pun menepuk-nepuk kakiku yang ga sakit dan menoleh kepada seseorang yang berdiri di depanku. oh tidaak ! Hyeri...

"Ngapain kamu liatin aku tadi ???"
"Pede bangeet,siapa juga yg liatin kamu ???" jawabku sambil berdiri.
"Bohoong !" katanya sambil merengut.
"Iya,aku memang liatin kamu. Tau kenapa ? Karena kamu jelek banget saat nangis ?!"
"Kamu... benar-benar... menyebalkan !" katanya sambil menginjak sepatuku dan pergi meninggalkanku.
"Heeei ! Gadis aneh ! Tunggu saja pembalasankuu !!!" teriakku sambil terus mengaduh kesakitan.

Dia memang gadis yang aneh,tidak seperti kebanyakan. Aku juga bingung,semua sunbae-senbaeku di sekolah pada berteriak-teriak kesenangan tiap aku lewat di hadapan mereka. Padahal aku merasa biasa saja,tapi Hyeri.. bisa ku bilang dia berbeda. Dan entah kenapa,aku rasa dia target yang bagus untuk menjadi korban keisenganku di kelas haahaha..

keesokan harinya,setiap senin kami upacara di lapangan seperti biasa. Tak sengaja aku baris di sampingnya,dan tiba-tiba ide itu muncul.

"Hyeri,kamu tau ga kalo di belakang baju kamu itu ada... "
"Ssssttt... nanti kita dihukum Pak guru..." katanya sambil menempelkan telunjuk tangannya tanpa menoleh padaku.
"Ya udaah,padahal tadi aku mau bilang kalo ada kecoa di belakang bajumu..." kataku datar.
 "Apaaa ?! KECOAAAA !!! AAAAAAAA~ " teriaknya sambil lompat-lompat.

Aku hanya tertawa terbahak-bahak,gayanya lucu sekali sih. Akan tetapi suaraku menghilang ketika melihat dia menatapku dengan penuh kemarahan.

"Kamu..."
"Ada apa ? Aku kan cuma memberitahumu ???" kataku dengan wajah polos.
"Menyebaaaaaalkan ! Aku benci padamuu !!!" teriaknya sambil mengejarku.

bisa dibayangkan kan ??? Kami berlarian seperti orang-orang di film india haha bedanya kalo itu saat romantis,yang ini nyeremin ! Kami bahkan tak menyadari kalo semua orang di  lapangan memandang heran kepada kami. Ya Tuhan...

"HYERI !!! SUNGHWA !!! HENTIKAN AKTING ROMANTIS KALIAN !!!"
"Haah ??? ROMANTIIIIS ???" kata kami bersamaan.
"Kalian itu mengingatkan saya dengan masa lalu saya tauu ??? Dulu saat saya smp,saya juga suka berlari-larian seperti itu. Sungguh masa-masa yang indah... " kata Mr. Lee sambil mengkhayalkan masa mudanya.

Sementara itu,entah kenapa aku menarik tangan Hyeri dan membawanya kabur dari situ. Dia terkejut dan langsung memandangku dengan matanya yang kecil itu.

"Dan akhirnya kami pun... Heeei ! Kalian berduaaaa ! berani kabuur yaa ! Awaaas kaliaan !!!" teriak Mr. Lee sambil terus mengejar kami.

Beberapa saat kemudian kami pun tertangkap dan langsung dihukum berdiri dengan posisi hormat di depan tiang bendera.

"Ini semua gara-gara kamu..."
"Niatku kan baik tadi.."
"Dassaar jahat,selalu saja membuatku susah..."
"Apa salahku ??? Emang kamunya aja yang gampang dikerjain...'
"Mentang-mentang anak orang kaya,tampan,pintar lagi jadi bisa berbuat seenaknya.."
"Apa maksudmu ??!" tanyaku sewot.
"Aku benci pada orang sombong sepertimu..."
"....."
"Kau kan punya banyak fans,kenapa tidak menjahili mereka saja ??? Kenapa harus aku ??? Aku hanya gadis biasa..."
"Aku tidak merasa punya fans ??? atau jangan-jangan kamu juga ngefans denganku ???"
"Enaak saja !!!" injaknya lagi sambil merengut.
"Heeeei !!!"
"Itu balasan karena kamu telah berani memegang tanganku..."
Aku hanya menunduk dan merintih kesakitan. Dan tak ada yang menyadari bahwa saat Hyeri mengucapkan itu wajahnya bersemu merah. "Pokoknya aku benci kamu,titik !"

Aku hanya menengoknya sekilas dan tersenyum simpul. Wajahnya sangat lucu saat mengomel tadi,dan sekarang aku sadar... hidupku tidak akan sama lagi... semuanya akan berubah. Aku rasa aku tidak bisa tidak membuatnya mengomel dan perang mulut denganku. Dan itu semua.. karena dia. :)

\


Senin, 18 Maret 2013

K.WILL - please don't lirik


inii nih lagu K.will terbaru favoritku,yaa yg akhir2 ini lagunya seing aku dengerin haha 
MV untuk lagu ‘Please Don’t’ ini dibintangi oleh Seo In Guk, Dasom Sistar, dan Model Ahn Jae Hyun. Dalam video berdurasi 3 menit 48 detik ini mengisahkan tentang percintaan antara ketiga bintang utamanya dengan ending yang sangat sangat tak terduga. Banyak netizen yang ‘terjebak’ dengan MV yang menguras air mata Seo In Guk ini. Pada awalnya banyak yang mengira ini adalah kisah kasih tak sampai antara Seo In Guk dan Dasom. Namun nyatanya, video ini bukanlah bercerita kisah cinta biasa. Pada bagian akhir semua tercengang ketika melihat Seo In Guk merobek foto Ahn Jae Hyun dan menyandingkannya dengan foto dirinya. Yup, ini adalah kisah cinta terlarang dari Seo In Guk untuk Ahn Jae Hyun.

  


나란히 앉은 자동차 속에선 음악도 흐르지 않아
naranhi anjeun jadongcha sogeseon eumakdo heureuji anha
늘 잡고 있던 니 왼손으로 너 입술만 뜯고 있어
neul japgo itdeon ni oensoneuro neo ipsulman tteutgo isseo
니가 할 말 알아 그 말만은 말아
niga hal mal ara geu malmaneun mara
Don’t know why Don’t know why
일분 일초 더 끌고 싶은데
ilbun ilcho deo kkeulgo sipeunde
텅 빈 길 나를 재촉해
teong bin gil nareul jaechokhae
빙빙 돌아온 너의 집 앞이 나 익숙해 눈물이 나와
bingbing doraon neoui jip api na iksukhae nunmuri nawa
하루가 멀게 찾아온 여기서 길을 내가 잃은 것 같아
haruga meolge chajaon yeogiseo gireul naega irheun geot gata
이러지마 제발 떠나지마 제발
ireojima jebal tteonajima jebal
Don’t know why Don’t know why
비도 안 오는 유리창 넘어
bido an oneun yurichang neomeo
뿌옇게 멀어지는 너
ppuyeoke meoreojineun neo
말처럼 쉽진 않은 널 보내야 한다는 일
malcheoreom swipjin anheun neol bonaeya handaneun il
돌아서서 날 버리고 가는 널 보지 못하고 떨구고 마는
doraseoseo nal beorigo ganeun neol boji motago tteolgugo maneun
눈물도 이젠 닦아야겠지 주머니 속 니가 줬던
nunmuldo ijen dakkayagetji jumeoni sok niga jwotdeon
손수건을 써야 할 지 이젠 버려야 할지
sonsugeoneul sseoya hal ji ijen beoryeoya halji
왜 떨림이 멈추질 않지
wae tteollimi meomchujil anchi
미친척하고 널 잡아 보려 해도
michincheokhago neol jaba boryeo haedo
내 몸이 내 말을 잘 듣지를 않아
nae momi nae mareul jal deutjireul anha
차 안에 남은 니 향기에 취해
cha ane nameun ni hyanggie chwihae
영영 깨고 싶지 않은걸
yeongyeong kkaego sipji anheungeol
이러지마 제발(제발) 떠나지마 제발(제발)
ireojima jebal(jebal) tteonajima jebal(jebal)
돌아와 (돌아와) 돌아와 (돌아와)
dorawa (dorawa) dorawa (dorawa)
니가 떠나간 빈자리 위엔 차가운 향기만 남아
niga tteonagan binjari wien chagaun hyanggiman nama
이러지마 제발 떠나지마 제발
ireojima jebal tteonajima jebal
돌아와(돌아와) 돌아와(돌아와)
dorawa(dorawa) dorawa(dorawa)
남은 향기만 안고 있을게 돌아와 니 자리로
nameun hyanggiman ango isseulge dorawa ni jariro

translate indonesia]

Kita duduk bersebelahan di dalam mobil tanpa alunan musik
Dengan tangan kirimu yang selalu ku genggam, kau hanya menggigit bibirmu

Aku tahu apa yang akan kau katakan, jangan katakan kata itu
Tak tahu mengapa, tak tahu mengapa
Aku ingin mengulur waktu setiap detik, setiap menit
Tetapi jalanan kosong itu membuatku terburu-buru

Aku berputar-putar di depan rumahmu, aku mengenal tangisan itu
Seharian aku mencari tempat ini dan sepertinya aku kehilangan arah

Jalan lakukan, kumohon jangan tinggalkan aku, tolong
Tak tahu mengapa, tak tahu mengapa
Meskipun hujan tidak turun, tetapi di luar jendela kau yang menjauh tampak tertutup kabut

Harus membiarkanmu pergi bukanlah hal yang semudah ucapan
Aku berbalik sehingga tak dapat melihatmu meninggalkanku dan
Air matakupun menetes, saat ini aku harus menghapus tangisanku
Aku tak tahu apakah harus menggunakan saputangan yang kau berikan di dalam sakuku
Ataukah aku harus membuangnya sekarang juga?
Mengapa aku tak dapat menghentikan getaran ini?
Aku bahkan berpura-pura gila dan berpegangan padamu

Tubuhku tidak mendengarkan perkataanku
Aku teracuni keharumanmu yang tertinggal di dalam mobil
Hal yang membuatku tak ingin terbangun selamanya
Jalan lakukan (tolong), kumohon jangan tinggalkan aku (tolong)
Kembalilah (kembalilah), kembalilah (kembalilah)
Di atas tempat yang kau tinggalkan, tersisa keharumanmu yang menyejukkan
Jalan lakukan, kumohon jangan tinggalkan aku
Kembalilah (kembalilah), kembalilah (kembalilah)
Aku akan mendekap keharumanmu yang tersisa, kembalilah ke tempatmu

credit : http://haerajjang.wordpress.com

aku siih suka dengerinya karena lagu ini cukup nyeees taruus apalagi yg meranin aktor utamanya pacar gue si seo in guk :3 haha pokoknya tonton dan dengerin lagunya yaaa :'D

Sabtu, 16 Maret 2013

melodi sang gitar tua





Ku bahagia...kau telah terlahir di dunia...
Dan kau ada...diantara milyaran manusia...
Dan ku bisa...dengan radarku...menemukanmu...

Akhir-akhir ini aku mulai menyukai lagu itu. Aku sering menyanyikannya di teras belakang rumahku saat masih di Semarang. Hari-hariku selalu ditemani oleh sebuah gitar tuaku. Bahkan,aku les gitar juga dengan gitar tuaku ini. Pokoknya aku dan gitarku ini tak terpisahkan deh.
Ngomong-ngomong dengan gitar tuaku ini,ada sebuah kisah mengapa aku sangat menyayanginya. Gitar ini merupakan pemberian temanku waktu kecil saat berlibur di Banjarmasin 7 tahun yang lalu. Namanya Akhmad,ya cuma itu. Tak ada embel-embel kata lagi dibelakang namanya. Tapi aku memanggilnya dengan Amat,dia orang keturunan asli Banjar. Yang lucunya kalau dia bicara itu pasti bahasanya campur-campur. Dan juga karena dialah,aku menjadi sedikit mengerti dengan bahasa Banjar.
Jika kau sering memperhatikannya,dia selalu membawa gitar di pundaknya. Padahal dia bilang sendiri kalau dia itu tidak bisa bermain gitar sama sekali. Mengingat semua itu membuatku tertawa geli. Aku pun termenung dan kembali teringat semua percakapan kami dulu.
“Amaaat ! ngapain sih kamu bawa-bawa gitar itu terus ??? Tidak keberatan ya ? badan kamu kan kecil ?” tanyaku.
Kada papa,supaya keren kayatu nah,” katanya sambil nyengir dan memetik senar gitarnya asal-asalan.
Sejak hari itu,aku semakin akrab dengannya. Wajahnya yang lucu dan menggemaskan seperti Baek Eun Joo di serial Playfull Kiss membuatku semakin menyukainya. Oke,mungkin ini yang namanya cinta monyet tapi inilah adanya. Ketika melihat senyumnya,aku merasa kembang api meletup-letup di atas kepalaku. Sehari saja tak melihatnya dan tak bermain dengannya saja,awan mendung seakan menyelimuti hatiku. Tak bisa kubayangkan jika nanti suatu saat aku akan terpisah dengannya.
Hingga pada akhirnya di hari terakhirku berlibur di Banjarmasin. Kata mama,setelah ini aku tidak akan lagi berlibur ke sini. Semua ini dikarenakan beberapa hari yang lalu,nenek meninggal. Sehingga tak ada lagi alasanku untuk berlibur ke sini. Sedangkan,disini cuma rumah nenek satu-satunya yang menjadi tujuanku untuk berlibur. Padahal jika saja aku bisa,aku ingin tinggal selamanya disini. Aku tidak mau berpisah dengan temanku satu-satunya di sini. Aku jadi sedih sekali saat itu.
“Mat,aku mau balik ke Semarang sore ini. Dan mungkin tidak akan kembali lagi ke sini. Aku juga sebenarnya tidak mau tapi mau bagaimana lagi ?” kataku sambil terus cemberut.
“Sayang banarlah,padahal masih handak bemainan wan ikam,put ae...” kata dia sambil menatap serius gitarnya.
Aku terisak saat itu. Tak mampu membendung air mataku yang cepat sekali mengalir. Tapi aku buru-buru menyeka air mataku,malu dilihat oleh Amat. Dia menatapku dan tiba-tiba menyodorkan gitarnya tersebut kepadaku.
“Untuk apa ???” tanyaku heran.

Gasan kenang-kenangan,kalau kita bertemu kembali saat dewasa nanti. Walaupun Putri tidak bisa kembali lagi. Jangan kada ingat dengan Amat ya ? Anggap saja gitar ini teman Putri,gitar ini gitar kesayangan Amat tahu kada ? Jadi, jaga baik-baiklah...”
“Amat....” gumamku sambil terharu. Aku pun memasangkan headphone kesayanganku ke  telinganya. “Jaga ini baik-baik,nanti kalo Amat punya handphone,bisa denger lagu pakai ini. Ini juga benda kesayangan Putri. Jaga baik-baik juga ya ??? Oke ???” kataku sambil menahan tangis.
“Baiklah,Amat bulik dulu ke rumah lah ? Ngalih kaina mama Amat mencarii Amat. Oh ya ? Amat pasti akan merindukan Putri,daah !” katanya sambil pergi meninggalkanku.
Aku masih bisa melihat punggungnya. Dan itu terakhir kali aku melihatnya. Sungguh,aku sangat merindukannya. Apa ya kabar dia sekarang ? Apa dia baik-baik saja ? Dia seperti apa ya sekarang ? Apa masih menggemaskan seperti dulu ? Aku ingin sekali bertemu dengannya. Oleh karena itu,aku balik ke Banjarmasin dan memutuskan untuk kuliah disana. Beruntungnya lagi,mama mengizinkanku untuk liburan ke sini. Amat ! Kita akan bertemu sebentar lagi. Tapi... aku sudah lupa jalan-jalan di Banjarmasin. Bagaimana aku bisa menemukannya di antara milyaran manusia yang ada disini. Kemungkinannya sangat kecil untukku.
“Puuut ! Jangan melamun terus,nanti kesambet lho baru tau rasa !!!” teriak mama.
“Iyaa,Ma. Ini juga udah selesai kok main gitarnya,” jawabku sambil tertawa kecil. Seketika itu juga,lamunanku tentang Amat pun buyar. Tiada hari tanpa merindukannya. 7 tahun penantianku di Semarang,semoga saja tidak sia-sia.

“Menurut mama,apa aku bisa menemukan Amat ??? Aku takut...
“Percayalah,usahamu pasti tidak sia-sia. Dia kan teman kecilmu dulu. Walaupun kalian pasti  lupa wajah masing-masing. Mama yakin kok kamu pasti bisa menemukannya. Oke ? jangan nyerah !” kata mama. Aku pun tersenyum.                                                                    
Sejak kemarin,aku sudah berkeliling Banjarmasin untuk mencarinya sampai tersesat di Pasar Sudimampir Jaya. Dan hari ini,aku memutuskan untuk mencarinya dengan gitar tua yang tersimpan di tas gitar yang ku letakkan di pundakku. Aku akan mencoba mencarinya ke Duta Mall. Dan itu tempat terakhir yang akan ku kunjungi. Semoga saja aku bisa bertemu dengannya.
Tak sengaja aku melihat seorang laki-laki sedang berjalan dengan headphone yang sama persis dengan yang ku beri ke Amat. Aku pun mengejar laki-laki itu. Aku tidak mau kehilangannya lagi. Tidak ! Setelah mengejarnya sampai ke Mount Everestnya (sebenarnya cuma sampai lantai ke-3 kok) akhirnya aku pun menemukannya.
“Amat ?! Kamu Amat,kan ? Teman kecilku dulu ? Ini Putri,teman kecilmu dulu !” kataku sangat antusias.
“Sembarangan ! Namaku Farrel bukan Amat,aku juga tidak kenal denganmu ! Menjauhlah dariku...” bentak orang itu sambil meninggalkanku. Aku hanya menghela napas. Hampir saja putus asa kalau saja ide itu tiba-tiba saja muncul di otakku. Aku pun melangkah menuju aula Duta Mall yang sedang mengadakan sebuah acara musik amal. Setelah meminta izin,aku pun naik ke panggung dan mengeluarkan gitarku. Saat itu,hatiku berdebar sangat kencang. Entah ini berhasil atau tidak. Tapi hanya ini satu-satunya cara untuk bisa menemukannya di tempat ini.
“Lagu ini untuk teman kecilku yang bernama Amat. Dimanapun kau berada,ketahuilah aku sangat merindukanmu. Semoga kau mendengarnya,” kataku dengan suara bergetar dan mulai memetik gitar tua kesayanganku itu.
Perahu kertasku kan melaju...membawa surat cinta bagimu...
Kata-kata yang sedikit gila...tapi ini adanya...
Perahu kertas mengingatkanku...betapa ajaib hidup ini...
Mencari-cari tambatan hati,kau sahabatku sendiri...
Setelah selesai menyanyikan lagu tersebut,semua orang riuh bertepuk tangan. Tapi tetap saja tidak ada tanda-tanda Amat. Aku pun menuruni panggung dengan raut sedih. Sia-sia saja semua usahaku. Aku pun kembali meneruskan langkahku kemana saja kaki ini mau melangkah. Tiba-tiba ada yang menepuk pundakku,aku pun langsung menoleh.
“Putri,suaramu bagus sekali ! Boleh aku minta tanda tangan ???” tanya seorang laki-laki yang wajahnya sangat familiar di depanku. Aku hanya bengong dan menatapnya tak mengerti. Dia pun mengeluarkan headphonenya dan memperlihatkannya padaku. Sumpah ! aku sangat terkejut.
“Masih kada ingat denganku ???” katanya ceria. “Ini aku,Amat ! Kau pasti tidak menduga bahwa anak lucu yang selalu terlihat kebaratan membawa gitarnya itu bisa berubah menjadi cowok tampan sepertiku,kan ?”
“Ya,tentu saja. Aku ingat denganmu...” kataku sambil terharu. Bagaimana aku bisa melupakanmu ? Orang yang selalu menghiasi mimpi-mimpiku di setiap malam. Selalu ku ingat di saat suka maupun duka. Kau tidak akan tahu betapa aku merindukanmu. Takkan pernah tahu.
“Hei ! Jangan bengong,makan yuk ! Lapar niih ! Kamu hutang cerita sama aku selama 7 tahun. Ceritakan semuanya ?! Okee ???” katanya sambil tersenyum kepadaku. Aku pun menganggukkan kepalaku dan pergi bersamanya. Entahlah apa yang akan terjadi selanjutnya dengan persahabatan ini,yang penting sekarang aku telah menemukannya. J

Selesai

Keterangan kosa kata Bahasa Banjar:
Kada papa                             :  Tidak apa-apa
Kayatu                                    :  Seperti itu
Handak                                  :   Ingin
Bemainan                              :  Bermainan
Wan                                        :  Dengan
Ikam                                       :  Kamu
Gasan                                                :  Untuk
Kada                                       :  Tidak
Bulik                                       :  Pulang
Ngalih                                    :  Susah
Kaina                                      :  Nanti
Kebaratan                              :  Keberatan

ini adalah cerpen pertama buatanku yang ku post di blog,hehe sebenarnyaa aku penulis fanfiction korea tapi dikarenakan banyaknya tugaas jdi vakum dulu deeh sementaraa haha :D