![]() |
Ku
bahagia...kau telah terlahir di dunia...
Dan
kau ada...diantara milyaran manusia...
Dan
ku bisa...dengan radarku...menemukanmu...
Akhir-akhir ini aku mulai menyukai lagu
itu. Aku sering menyanyikannya di teras belakang rumahku saat masih di
Semarang. Hari-hariku selalu ditemani oleh sebuah gitar tuaku. Bahkan,aku les
gitar juga dengan gitar tuaku ini. Pokoknya aku dan gitarku ini tak terpisahkan
deh.
Ngomong-ngomong dengan gitar tuaku ini,ada
sebuah kisah mengapa aku sangat menyayanginya. Gitar ini merupakan pemberian
temanku waktu kecil saat berlibur di Banjarmasin 7 tahun yang lalu. Namanya
Akhmad,ya cuma itu. Tak ada embel-embel kata lagi dibelakang namanya. Tapi aku
memanggilnya dengan Amat,dia orang keturunan asli Banjar. Yang lucunya kalau
dia bicara itu pasti bahasanya campur-campur. Dan juga karena dialah,aku
menjadi sedikit mengerti dengan bahasa Banjar.
Jika kau sering memperhatikannya,dia
selalu membawa gitar di pundaknya. Padahal dia bilang sendiri kalau dia itu
tidak bisa bermain gitar sama sekali. Mengingat semua itu membuatku tertawa
geli. Aku pun termenung dan kembali teringat semua percakapan kami dulu.
“Amaaat ! ngapain sih kamu bawa-bawa
gitar itu terus ??? Tidak keberatan ya ? badan kamu kan kecil ?” tanyaku.
“Kada
papa,supaya keren kayatu nah,”
katanya sambil nyengir dan memetik senar gitarnya asal-asalan.
Sejak hari itu,aku semakin akrab
dengannya. Wajahnya yang lucu dan menggemaskan seperti Baek Eun Joo di serial
Playfull Kiss membuatku semakin menyukainya. Oke,mungkin ini yang namanya cinta
monyet tapi inilah adanya. Ketika melihat senyumnya,aku merasa kembang api
meletup-letup di atas kepalaku. Sehari saja tak melihatnya dan tak bermain
dengannya saja,awan mendung seakan menyelimuti hatiku. Tak bisa kubayangkan
jika nanti suatu saat aku akan terpisah dengannya.
Hingga pada akhirnya di hari terakhirku
berlibur di Banjarmasin. Kata mama,setelah ini aku tidak akan lagi berlibur ke
sini. Semua ini dikarenakan beberapa hari yang lalu,nenek meninggal. Sehingga
tak ada lagi alasanku untuk berlibur ke sini. Sedangkan,disini cuma rumah nenek
satu-satunya yang menjadi tujuanku untuk berlibur. Padahal jika saja aku
bisa,aku ingin tinggal selamanya disini. Aku tidak mau berpisah dengan temanku
satu-satunya di sini. Aku jadi sedih sekali saat itu.
“Mat,aku mau balik ke Semarang sore ini.
Dan mungkin tidak akan kembali lagi ke sini. Aku juga sebenarnya tidak mau tapi
mau bagaimana lagi ?” kataku sambil terus cemberut.
“Sayang banarlah,padahal masih handak
bemainan wan ikam,put ae...” kata dia sambil menatap serius gitarnya.
Aku terisak saat itu. Tak mampu
membendung air mataku yang cepat sekali mengalir. Tapi aku buru-buru menyeka
air mataku,malu dilihat oleh Amat. Dia menatapku dan tiba-tiba menyodorkan
gitarnya tersebut kepadaku.
“Untuk apa ???” tanyaku heran.
“Gasan
kenang-kenangan,kalau kita bertemu kembali saat dewasa nanti. Walaupun Putri
tidak bisa kembali lagi. Jangan kada ingat
dengan Amat ya ? Anggap saja gitar ini teman Putri,gitar ini gitar kesayangan
Amat tahu kada ? Jadi, jaga
baik-baiklah...”
“Amat....” gumamku sambil terharu. Aku
pun memasangkan headphone kesayanganku ke
telinganya. “Jaga ini baik-baik,nanti kalo Amat punya handphone,bisa
denger lagu pakai ini. Ini juga benda kesayangan Putri. Jaga baik-baik juga ya
??? Oke ???” kataku sambil menahan tangis.
“Baiklah,Amat bulik dulu ke rumah lah ? Ngalih
kaina mama Amat mencarii Amat. Oh ya ? Amat pasti akan merindukan
Putri,daah !” katanya sambil pergi meninggalkanku.
Aku masih bisa melihat punggungnya. Dan
itu terakhir kali aku melihatnya. Sungguh,aku sangat merindukannya. Apa ya
kabar dia sekarang ? Apa dia baik-baik saja ? Dia seperti apa ya sekarang ? Apa
masih menggemaskan seperti dulu ? Aku ingin sekali bertemu dengannya. Oleh
karena itu,aku balik ke Banjarmasin dan memutuskan untuk kuliah disana. Beruntungnya
lagi,mama mengizinkanku untuk liburan ke sini. Amat ! Kita akan bertemu
sebentar lagi. Tapi... aku sudah lupa jalan-jalan di Banjarmasin. Bagaimana aku
bisa menemukannya di antara milyaran manusia yang ada disini. Kemungkinannya
sangat kecil untukku.
“Puuut ! Jangan melamun terus,nanti
kesambet lho baru tau rasa !!!” teriak mama.
“Iyaa,Ma. Ini juga udah selesai kok main
gitarnya,” jawabku sambil tertawa kecil. Seketika itu juga,lamunanku tentang
Amat pun buyar. Tiada hari tanpa merindukannya. 7 tahun penantianku di
Semarang,semoga saja tidak sia-sia.
“Menurut mama,apa aku bisa menemukan
Amat ??? Aku takut...
“Percayalah,usahamu pasti tidak sia-sia.
Dia kan teman kecilmu dulu. Walaupun kalian pasti lupa wajah masing-masing. Mama yakin kok kamu
pasti bisa menemukannya. Oke ? jangan nyerah !” kata mama. Aku pun tersenyum.
Sejak kemarin,aku sudah berkeliling
Banjarmasin untuk mencarinya sampai tersesat di Pasar Sudimampir Jaya. Dan hari
ini,aku memutuskan untuk mencarinya dengan gitar tua yang tersimpan di tas
gitar yang ku letakkan di pundakku. Aku akan mencoba mencarinya ke Duta Mall.
Dan itu tempat terakhir yang akan ku kunjungi. Semoga saja aku bisa bertemu
dengannya.
Tak sengaja aku melihat seorang
laki-laki sedang berjalan dengan headphone yang sama persis dengan yang ku beri
ke Amat. Aku pun mengejar laki-laki itu. Aku tidak mau kehilangannya lagi.
Tidak ! Setelah mengejarnya sampai ke Mount Everestnya (sebenarnya cuma sampai
lantai ke-3 kok) akhirnya aku pun menemukannya.
“Amat ?! Kamu Amat,kan ? Teman kecilku
dulu ? Ini Putri,teman kecilmu dulu !” kataku sangat antusias.
“Sembarangan ! Namaku Farrel bukan
Amat,aku juga tidak kenal denganmu ! Menjauhlah dariku...” bentak orang itu
sambil meninggalkanku. Aku hanya menghela napas. Hampir saja putus asa kalau
saja ide itu tiba-tiba saja muncul di otakku. Aku pun melangkah menuju aula
Duta Mall yang sedang mengadakan sebuah acara musik amal. Setelah meminta
izin,aku pun naik ke panggung dan mengeluarkan gitarku. Saat itu,hatiku
berdebar sangat kencang. Entah ini berhasil atau tidak. Tapi hanya ini
satu-satunya cara untuk bisa menemukannya di tempat ini.
“Lagu ini untuk teman kecilku yang
bernama Amat. Dimanapun kau berada,ketahuilah aku sangat merindukanmu. Semoga
kau mendengarnya,” kataku dengan suara bergetar dan mulai memetik gitar tua
kesayanganku itu.
Perahu
kertasku kan melaju...membawa surat cinta bagimu...
Kata-kata
yang sedikit gila...tapi ini adanya...
Perahu
kertas mengingatkanku...betapa ajaib hidup ini...
Mencari-cari
tambatan hati,kau sahabatku sendiri...
Setelah selesai menyanyikan lagu
tersebut,semua orang riuh bertepuk tangan. Tapi tetap saja tidak ada
tanda-tanda Amat. Aku pun menuruni panggung dengan raut sedih. Sia-sia saja
semua usahaku. Aku pun kembali meneruskan langkahku kemana saja kaki ini mau
melangkah. Tiba-tiba ada yang menepuk pundakku,aku pun langsung menoleh.
“Putri,suaramu bagus sekali ! Boleh aku
minta tanda tangan ???” tanya seorang laki-laki yang wajahnya sangat familiar
di depanku. Aku hanya bengong dan menatapnya tak mengerti. Dia pun mengeluarkan
headphonenya dan memperlihatkannya padaku. Sumpah ! aku sangat terkejut.
“Masih kada ingat denganku ???” katanya ceria. “Ini aku,Amat ! Kau pasti
tidak menduga bahwa anak lucu yang selalu terlihat kebaratan membawa gitarnya itu bisa berubah menjadi cowok tampan
sepertiku,kan ?”
“Ya,tentu saja. Aku ingat denganmu...”
kataku sambil terharu. Bagaimana aku bisa melupakanmu ? Orang yang selalu
menghiasi mimpi-mimpiku di setiap malam. Selalu ku ingat di saat suka maupun
duka. Kau tidak akan tahu betapa aku merindukanmu. Takkan pernah tahu.
“Hei ! Jangan bengong,makan yuk ! Lapar
niih ! Kamu hutang cerita sama aku selama 7 tahun. Ceritakan semuanya ?! Okee
???” katanya sambil tersenyum kepadaku. Aku pun menganggukkan kepalaku dan
pergi bersamanya. Entahlah apa yang akan terjadi selanjutnya dengan
persahabatan ini,yang penting sekarang aku telah menemukannya. J
Selesai
Keterangan kosa kata Bahasa
Banjar:
Kada
papa : Tidak apa-apa
Kayatu : Seperti itu
Handak
: Ingin
Bemainan
: Bermainan
Wan : Dengan
Ikam : Kamu
Gasan : Untuk
Kada
: Tidak
Bulik : Pulang
Ngalih
: Susah
Kaina : Nanti
Kebaratan : Keberatan
ini adalah cerpen pertama buatanku yang ku post di blog,hehe sebenarnyaa aku penulis fanfiction korea tapi dikarenakan banyaknya tugaas jdi vakum dulu deeh sementaraa haha :D















Aciyeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee >w<
BalasHapusini cerpennya lawas daah ku ulaaah,dari hanyar naik ke kelas 12 hahaaa
BalasHapusTerinspirasi siapa ni??? :D
BalasHapusKoching Teng? XD *plaak*